Dilansir dari : mci-indonesia.id Sejak resmi melepas jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi mulai menunjukkan arah baru dalam hidupnya. Tidak lagi berkutat dengan rapat kabinet, pertemuan diplomatik, ataupun sidang-sidang kenegaraan, Jokowi memilih untuk kembali ke akar—dekat dengan alam dan masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi terlihat lebih sering menghabiskan waktu di kampung halamannya di Solo serta kawasan pedesaan sekitar Yogyakarta dan Magelang.
Aktivitas favorit Jokowi yang kini kembali rutin dilakukan adalah bercocok tanam. Ia diketahui memiliki lahan pertanian yang digarap secara mandiri, dengan fokus pada tanaman pangan organik. Kesibukan ini bukan hanya sebagai hobi, tapi juga bentuk konkret komitmen Jokowi terhadap ketahanan pangan, isu yang selalu ia angkat selama menjabat.
Beberapa pengamat menyebut bahwa langkah Jokowi ini adalah cerminan dari gaya hidup “post-presidensial” yang sederhana dan membumi. Ia memilih menjauh dari sorotan publik yang terlalu intens, tetapi tetap relevan dengan isu nasional melalui pendekatan akar rumput.
Aktivis Sosial dan Lingkungan dalam Format Baru
Setelah lengser, Jokowi juga mulai membangun jaringan kerja baru di bidang sosial dan lingkungan. Ia dilaporkan sedang menyiapkan yayasan yang fokus pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan petani muda, dan edukasi masyarakat desa. Yayasan ini kabarnya akan menjadi kendaraan utama Jokowi untuk terus berkontribusi di luar panggung politik formal.
Bukan hal baru jika Jokowi menaruh perhatian besar pada isu lingkungan. Saat menjabat, ia pernah menggagas proyek rehabilitasi mangrove dan pemulihan DAS (daerah aliran sungai). Kini, di masa purnabakti, ia mengadaptasi misinya melalui kegiatan langsung di lapangan dan kerja kolaboratif dengan komunitas lokal.
Kegiatan ini juga membuka ruang baru bagi Jokowi untuk melibatkan generasi muda. Dalam beberapa sesi diskusi dan pelatihan, Jokowi terlihat aktif menjadi pembicara dan mentor untuk pemuda desa serta kelompok tani milenial. Tujuannya adalah membangkitkan semangat kemandirian ekonomi yang berbasis alam.
Komunikasi Aktif dengan Tokoh Nasional dan Internasional
Meski tidak lagi menjabat, posisi Jokowi sebagai tokoh nasional tetap kuat. Ia masih rutin berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa mantan pemimpin dunia bahkan disebut masih menjalin kontak pribadi dengan Jokowi untuk bertukar pikiran seputar geopolitik dan pembangunan berkelanjutan.
Di kancah domestik, Jokowi juga tidak serta-merta meninggalkan dunia politik. Ia tetap menjadi sosok yang didengar oleh elite partai, kepala daerah, bahkan pebisnis nasional. Namun, peranannya kini lebih ke arah penasehat informal atau “tetua bangsa” yang memberikan arahan tanpa terlibat langsung dalam struktur kekuasaan.
Kedekatannya dengan berbagai pihak menjadikan Jokowi semacam jembatan komunikasi antara pemerintah yang baru dengan publik yang lebih luas. Sikapnya yang tenang dan strategis tetap menjadi modal sosial penting bagi stabilitas politik pasca-transisi kekuasaan.
Menulis Buku dan Mempersiapkan Warisan Gagasan
Salah satu kegiatan yang belakangan mulai mencuri perhatian publik adalah keinginan Jokowi untuk menulis buku. Informasi ini sempat beredar di media sosial dan dibenarkan oleh beberapa orang dekatnya. Buku tersebut kabarnya akan berisi refleksi atas kepemimpinannya selama dua periode, kisah-kisah di balik keputusan penting, serta pandangannya terhadap masa depan Indonesia.
Proyek penulisan ini menjadi cara Jokowi untuk merumuskan “legacy” atau warisan gagasannya secara sistematis. Ia ingin agar pengalaman dan nilai-nilai yang ia bawa bisa menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya. Tidak menutup kemungkinan, buku ini juga akan membahas perjalanan hidupnya dari wali kota Solo hingga ke Istana Negara, lengkap dengan dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang ia hadapi.
Banyak yang menantikan buku ini sebagai referensi sejarah kontemporer Indonesia. Publik berharap, dari narasi pribadi Jokowi, akan lahir inspirasi baru mengenai bagaimana pemimpin bisa tetap membumi sekaligus membawa bangsa ke arah yang lebih maju.